Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Kamis, 13 Maret 2014

Tahapan Editing

m ivan setiadi
Film Fiksi
Keterangan:
  • Logging: Mencatat dan memilih gambar yang akan kita pilih berdasarkan timecode yang ada dalam masing-masing kaset.
  • NG Cutting: Memisahkan shot-shot yang tidak baik (NG/Not Good)
    Capture / Digitize: Proses memindahkan gambar dari kaset ke komputer
  • Assembly: Menyusun gambar sesuai dengan skenario
  • Rough Cut: Hasil edit sementara. Sangat dimungkinkan terjadinya perubahan.
  • Fine Cut: Hasil edit akhir. Setelah mencapai tahapan ini, susunan gambar sudah tidak bisa lagi berubah.
  • Visual Graphic: Penambahan unsur-unsur graphic dalam film. Seperti teks, animasi, color grading, dsb.
  • Sound Editing/Mixing: Proses editing dan penggabungan suara. Suara meliputi Dialog, Musik dan Efek Suara
  • Married Print: Proses penggabungan suara dan gambar yang tadinya terpisah menjadi satu kesatuan.
  • Master Edit: Hasil akhir film.
Film Dokumenter
Tidak seperti film fiksi yang memiliki skenario, seperti yang disebut diatas, film dokumenter baru bisa dibentuk di editing. Untuk itu seorang editor bersama sutradara dan penulis skenario diharuskan menonton semua hasil shooting. Setelah itu kita bisa memulai editing di atas kertas, menentukan bentuk yang kita inginkan. Sementara kita melakukan ini, proses capture / digitize bisa dilakukan.
Istilah Teknis Editing
Metode Editing
Terbagi menjadi 2, yaitu CUT dan TRANSISI
CutProses pemotongan gambar secara langsung tanpa adanya manipulasi gambar
TransisiProses pemotongan gambar dengan menggunakan transisi perpindahan gambar
Optical Effect secara garis besar terbagi menjadi 3, al:
  1. Wipe, perpindahan gambar dengan menggeser gambar lainnya. Wipemeliputi banyak transisi, antara lain wipeslide, dll.
  2. Fade, gambar secara perlahan muncul atau menghilang. Fade meliputi fade infade out dan dissolve.
  3. Superimpose, dua gambar atau lebih yang muncul menumpuk dalam satu frame.
Dengan adanya teknologi komputer, transisi tidak lagi didasari oleh perpindahan gambar. Kita bisa menggunakan transisi berdasar elemen/bagian dari gambar, baru kemudian disambung dengan bagian lain dari gambar tersebut sampai gambar tersebut menjadi utuh.
TIPSPergunakan transisi sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai. Penggunaan transisi secara berlebihan dan tidak tepat akan memberi kesan yang tidak baik bagi film kita.
Cut terbagi menjadi 2, al:
  1. Match Cut, penggabungan 2 shot yang saling berkesinambungan
  2. Cut Away, penggabungan 2 shot yang sama sekali berbeda
Dalam film fiksi, match cut secara mutlak wajib dilakukan. Match cut memungkinkan sebuah film yang terdiri dari banyak shot yang terpotong-potong, seolah-olah bagaikan rangkaian gambar yang mengalir tanpa terasa adanya potongan.

m ivan setiadi / Author & Editor

thank you for visiting, happy reading

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates